Kamis, 28 Mei 2020

Claret -"20 Mey"-

Sederet Tanda Kamu Masuk dalam Lingkup Pertemanan Toxic - Tribun ...
20 MEI

A. CLARET
1850. Oleh karena tahbisannya sebagai uskup sudah pasti, Claret meminta izin Paus untuk mendelegasikan kuasa pelayanan yang non-episkopal.
1857. Setelah ia kembali dari Cuba, Claret berhenti di Seville, dimana ia berkotbah untuk umat di Katedral.
1866. Claret menasehati P. Joseph Xifre bahwa ada seorang misionaris pergi bermisi di Oran (Algeria), dan secara tidak sengaja, mengusulkan supaya sebuah rumah didirikan di sana, yang suatu saat bisa berguna untuk pengungsian ketika terjadi revolusi.
B. KONGREGASI (ABAD BARU 1949-1967): KANADA
Pada tanggal 14 Januari 1953, para Claretian pertama tiba di Kanada dari Paris dan USA. Mereka adalah P. Jean-Marie Lemrise dan P. Enrique Pujolras. Pendiriannya misi di sana berada di bawah Provinsi Amerika Serikat. Awal rumah adalah di pastoran Victoriaville di Keuskupan Nicolet. Sesegera mungkin mereka mencari lokasi yang definitif untuk pembangunan, sambil membantu pelayanan di area sekitar itu. Akhirnya mereka berhasil membeli sebuah properti di daerah dekat Victoriaville yang, dalam waktu singkat, menjadi tempat menerima banyak calon misionaris meski mereka baru saja tinggal di sana. Segera terlihat bahwa harapan setinggi itu tidak sia-sia. Para diosesan juga membantu panggilan-panggilan seolah-olah untuk mereka sendiri. Pemerintah lokal juga memberi status tinggal resmi kepada Kongregasi dengan semua hak yang melekat didalamnya sebagai Para Pater Claretian dari Quebec. Berhadapan dengan banyak permintaan dari anak-anak, mereka harus segera memulai konstruksi sekolah, juga tambahan ruangan untuk kapasitas seratus postulan dimana, ketika diresmikan, 50 siswa sudah diterima untuk mulai tahun pendidikannya.
C. TOKOH: JERONIMO BATLLO, CMF, Prokura General (1836-1913)
Barcelona (Spanyol). Ketika masih kanak-kanak, ia bertemu Pater Claret saat berkotbah di sebuah misi di San Feliu de Guixols. Waktu itu, ia adalah seorang putera altar. Ia berasal dari sebuah keluarga yang sangat miskin. Uskup Girona mengizinkan dia untuk masuk seminari. Ketika ada jadual kunjungan bersama Uskup, sekali lagi ia bertemu dengan Pater Claret yang menemani Ratu Isabella II yang mengunjungi Catalunya. Pada kesempatan itu Pater Claret memberi kepadanya volum pertama buku El Colegial Instruido. Ia ditahbiskan pada tahun 1863 di Girona. Pada tahun 1883 ia masuk Novisiat Claretian di Gracia dan setahun berikutnya ia berkaul. Dua minggu kemudian ia diutus ke Roma bersama P. Antonio Naval sebagai Superior komunitas, Prokura General, dan Direktur untuk Seminari Spanyol, yang ditugaskan oleh Uskup Vicente Calvo Valero. Ia memegang tugas sebagai Prokur selama 28 tahun sampai tahun 1912. Ia wafat di Roma tanggal 20 Mei. Ia adalah anggota pertama Kongregasi yang wafat di Italia. Ia terkenal polos, terus terang, baik dan tulus hati.
D. POINT PENTING: KEKECEWAAN BERADA DI ISTANA
(Aut 614) Pada awal bulan Juni 1857, kami tiba di Madrid, dan saya menghadap Paduka Ratu. Pada tanggal 5 bulan itu dekrit kerajaan tentang pengangkatan saya sebagai bapa pengakuan Ratu disahkan dan diterbitkan. Beberapa hari kemudian Sang Ratu mengatakan kepada saya supaya saya memberikan pelajaran agama yang kudus kepada Putri Isabel…
(Aut 621) Saya kadang-kadang berkomentar bahwa Allah mengutus saya untuk
tugas ini sebagai tempat penyucian bagi saya untuk melunasi dosa-dosa saya
di masa lampau… Saya selalu merindukan keluar. Saya seperti burung dalam sangkar yang selalu mencari lewat palang sangkarnya suatu jalan untuk melarikan diri, demikian saya memimpikan cara-cara untuk bisa keluar.
(Aut 622) Kadang-kadang saya bertanya pada diri saya: “Alasan manakah sehingga engkau begitu risau? Semua orang di istana menghormati engkau; seluruh keluarga Ratu menghargai dan mengistimewakan engkau. Sang Paduka Ratu mencintai dan memanjakan engkau. Lalu alasan manakah engkau punyai untuk begitu canggung?” Saya sendiri tidak mampu mengemukakan satu alasan pun. Satu-satunya jawaban saya terhadap rasa jijik yang membingungkan ini ialah hal itu adalah suatu anugerah yang diberikan Allah kepada saya untuk menghindarkan saya dari melekat pada kebesaran, kehormatan dan kekayaan dunia…
E. REFLEKSI PRIBADI
a. Pernahkah anda menerima perutusan yang anda tidak suka, tetapi justru membuat anda bertumbuh sebagai seorang misionaris?
b. Apakah anda menerima perutusan yang diberikan kepada anda saat ini?
c. Apakah anda berelasi baik dengan semua anggota komunitasmu, atau apakah ada saudara yang dikecualikan? Mengapa?
F. KATA INSPIRATIF
“Apa yang dikehendaki Yesus untuk kita ikuti adalah kehendak-Nya, roh yang mendorongnya mencapai tujuan yang pasti dalam perutusan-Nya yakni menyerupai Allah Bapa sebisa mungkin.” (Rene Girard) #epmcmf🔥

Claret -'19 Mey"-


19 MEI

A. CLARET
1849. Claret mengiyakan permohonan Vikaris General Militer, Dr. Pigem, untuk mendengarkan pengakuan dari para narapidana di penjara Barcelona.
1851. Secara resmi, Claret memulai kunjungan pastoralnya di Santiago, Cuba.
1861. Di Aranjuez, Claret, atas nama nuncio, berbicara dengan Ratu untuk menentukan jabatan-jabatan uskup untuk Tortosa, Calahorra dan Osma.

B. KONGREGASI (ABAD BARU 1949-1967): VISITORSHIP FILIPINA MENJADI DELEGASI INDEPENDEN
Rumah di Santa Barbara (Pangasinan) ditinggalkan. Dewan General menyampaikan keputusannya untuk meninggalkan rumah di sana melalui surat Pater Ireneo Diez tanggal 16 Oktober 1954, dan resmi dilaksanakan pada 16 Januari 1955. Setelah itu, Dewan General mendorong pimpinan organisme di Filipina untuk membangun kantor Prokura di Manila, khusus di Taft Avenue tanggal 1 Agustus 1955 dengan seizin Kardinal. P. Mariano Gonzalez, bersama dengan P. Jose Maria Querexeta dan P. Miguel Mialet, membangun residensi itu di sana. Secara resmi residensi ini diakui pada tanggal 2 Desember 1955. Dewan Visitorship Filipina yang ditunjuk oleh Generalat adalah P. Francisco Ciruana, Konsultor pertama P. Arcadio Hortelano dan Konsultor kedua P. Jose Mallorqui. Dewan ini berjalan selama tiga tahun, sampai kemudian dipilih kembali untuk periode kedua oleh Dewan General tanggal 19 November 1956. Pada tahun 1959, P. Agustin Rebollar dipilih sebagai Visitor.
C. TOKOH: FRANCISCO GUTIERREZ, CMF, Prefek Apostolik (1872-1941)
Calahorra (La Rioja, Spanyol). Ia adalah Superior Seminari Claretian di Barbastro dan Konsultor Provinsi Catalunya. P. Juan Gil, Prefek Apostolik pertama Choco, meninggal mendadak, karena itu pada tahun 1912 P. Alsina mengusulkan P. Francisco Gutierrez, yang jarang pergi ke Choco, untuk menggantikannya. Sebagai Prefek Apostolik ia, sangat sayang kepada para misionarisnya. Ia kelihatan lebih sebagai seorang Misionaris yang sederhana, daripada seperti seorang Prefek. Ia seorang pengkotbah yang hebat. Ia mendorong pembangunan sekolah-sekolah. Melalui inisiatifnya, terbitan Halaman Paroki dipublikasikan, yang kemudian nanti akan berkembang menjadi sebuah majalah bernama La Aurora atau Fajar. Ia menulis sebuah buku berjudul Kisah Beberapa Kunjungan Apostolik dalam Misi Choco yang diterbitkan pada tahun 1924. Ia sangat suka dengan Choco, tetapi tidak dengan posisinya. Pada tahun 1930 ia menerima persetujuan pengajuan mundur dari tugasnya. Ketika ia meninggalkan Choco, ia membuat rumahnya di Jesus Nazareno, Medelin. Pada tahun 1940 ia merayakan 50 tahun profesi religiusnya di sana, ditempat dimana ia akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

D. POINT PENTING: KOMUNITAS ITU IBARAT SARANG LEBAH MADU
(Aut 608) Semua orang di luar yang datang berkunjung kepada kami kagum akan tempat kediaman kami. Saya menyinggung hal ini karena saya telah memberikan perintah supaya imam-imam di luar yang datang ke kota bisa menjadi tamu dalam istana saya, entah saya ada atau tidak, dan mereka boleh tinggal selama mereka inginkan. Ada seorang “canon” dari Pulau Santo Domingo, bernama Romo Gaspar Hernandez, yang datang ke Cuba ketika dipaksa melepaskan tempat kerjanya karena revolusi. Dia tinggal di istana saya, sambil makan bersama kami selama tiga tahun… Tidak luput dari perhatian mereka bahwa rumah kami seperti sarang lebah, yang satu keluar yang lain masuk menurut ketentuan yang saya berikan kepada mereka, dan mereka semua selalu sangat gembira dan bahagia…
(Aut 609) Saya kadang-kadang berpikir bagaimana itu bisa terjadi bahwa kedamaian, kebahagiaan dan harmoni begitu besar merajai begitu banyak orang dalam waktu begitu lama. Saya tidak bisa memberi alasan lain selain mengatakan: Digitus Dei est hic “Inilah tangan Allah”. Inilah sebuah anugerah luar biasa yang diberikan Allah kepada kami karena belaskasihan dan kebaikan hatiNya yang tak terbatas. Saya tahu bahwa Tuhan memberkati usaha-usaha yang kami lakukan untuk memperoleh anugerah yang sangat khusus ini.

E. REFLEKSI PRIBADI
Claret melihat Tangan Allah dalam hidup persaudaraan dan kerasulan bersama rekan-rekannya di istana keuskupan.
a. Bagaimana komunitas anda hidup dalam kasih persaudaraan dan keramahan pada setiap tamu yang datang?
b. Apa kontribusi yang bisa anda berikan sehingga komunitas anda bisa menjadi “sarang lebah madu” persaudaraan dan kerasulan?

F. KATA INSPIRATIF
“Namun, jika ia tidak menyediakan waktu untuk mendengarkan sabda Allah dengan hati terbuka, jika ia tidak memperbolehkannya menyentuh hidupnya, mempertanyakannya, mendesaknya, menggoncangkannya, dan jika ia tidak mencurahkan waktu untuk berdoa dengan sabda itu, maka ia akan sungguh menjadi seorang nabi palsu, seorang penipu, seorang pembohong yang dangkal.” (Paus Fransiskus, Evangelii Gaudium, 151)#epmcmf